Cari Blog Ini
Kesialan adalah salah satu cerita dari kehidupan ini , terkadang kesialan kita itu bisa menjadi suatu hal unik atau bahkan lucu bagi orang lain , jadi … Inilah cerita cerita gua
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BAB 4
BAB 4
"Doni, Pencarian cinta dengan cara baru"
Kegagalan demi kegagalan sudah menjadi makanan keseharian doni kali ini, terutama setelah kegagalan yang memalukan dengan akun palsu Gita-Arif, ia mulai berpikir keras.
"Gua nggak bisa terus begini. Gagal itu wajar, tapi kalau nggak bangkit, kapan gua berhasil?"
Arman, yang selama ini menjadi pengamat utama drama di kehidupan doni, kembali memberi saran.
"Gua punya ide, Don. Kali ini lu harus coba yang bener-bener baru menurut gua. Gua pernah baca artikel , cewek tuh suka cowok yang berani, tapi juga unik. Nah ngomong-ngomong soal unik, gimana kalo lu coba cara yang nggak biasa?"
Seperti biasa , saran yang terdengar absurd dan gak jelas ini juga mulai terbiasa di telinganya, karena mau bagaimanapun arman adalah sosok sahabat yang penting di drama hidupnya itu.
"Cara yang nggak biasa gimana, Man?" doni sambil mengkerutkan dahi sedikit heran.
"Gini, don. Lu ikut acara dating yang unik. Misalnya, kayak speed dating!" ucap arman.
Terdengar sedikit kuno di zaman sekarang, tapi ia gak tau gimana dunia luar bekerja , mungkin ini lagi hype hype lagi.
"Speed dating?" Doni yang langsung bertanya karena masih bingung.
"Iya! Coba aja. Itu cara yang cepet, efektif, dan nggak ribet. Lu bisa kenalan sama banyak cewek dalam waktu singkat. Kalo cocok, lanjut. kalo nggak, yaudah. Gampang, Kan?" ucap arman yang meyakinkannya agar ikut speed dating itu.
Disini ia masih skeptis, tapi setelah memikirkan kegagalan yang terus-menerus, ia merasa ini adalah peluang yang harus ia coba.
"Oke, gua coba." jawab doni yang agak sedikit masih ragu.
Pada hari yang telah di tentukan, doni terlihat merasa gugup. Untuk pertama kalinya, ia dating secara serius (meski tetap ada hal-hal tak terduga yang tiba-tiba datang).
Dia memilih baju yang menurutnya paling oke, sebuah kemeja yang baru aja di beli dengan harga diskon 70% di megamall kemaren sore.
Menurut arman sih "kemeja lu ini gaya, Don. Lu nggak keliatan kayak anak kuliahan yang lagi ngejar diskon."
Singkat saja , doni tiba di tempat speed dating itu dengan semangat 45. Begitu ia masuk ruang acara, seketika ia langsung ngerasa kayak ikan kecil yang berada di kolam yang penuh dengan ikan-ikan besar.
Cewek-cewek yang hadir terlihat cantik dan percaya diri, sementara doni... merasa seperti anak SMA yang lagi coba-coba jadi dewasa.
Arman yang datang bersama doni cuma bisa cengar-cengir dari luar ruangan.
"Gua yakin, lu bisa, Don. Lu punya modal yang penting: Kepercayaan diri yang tinggi!" celetuk arman yang terlihat menyemangatinya, dan seperti biasa , sambil menepuk pundaknya.
"tapi kan lu tau, Man, gua ini lebih banyak blundernya daripada suksesnya!" jawab doni yang terlihat cemas.
"Udah tenang aja, Don, gua yakin lu bisa!"
Perbincangan tadi sepertinya membuat doni terlihat sedikit lebih percaya diri, memang benar walaupun terkadang arman adalah semua penyebab kesialannya , tapi disaat doni butuh dukungan , arman selalu ada untuk meyakinkannya lagi dan lagi.
Begitu acara dimulai, doni pun duduk di meja pertama dengan seorang wanita bernama Rika.
Rika tampaknya ramah, namun terlihat ,saat itu ia sangat gugup setengah mati. Tanpa basa-basi, rika langsung bertanya.,
"Jadi, kamu kerja apa?" Pertanyaan yang template ketika berkencan atau berkenalan dengan wanita dewasa pun di lontarkan oleh rika.
Doni menelan ludah, dan ia juga mulai merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
"Saya...saya ini.. kerja di... di... warung pecel lele, gitu..." Jawabnya yang gak tau harus jawab apa.
Rika menatap doni sejenak, seperti mencoba mencerna jawaban itu.
"Oh, Warung pecel lele. Menarik."
Doni ngerasa kayak di sambar petir.
"Sial, gua salah ngomong. tapi ini kenyataan, kan? Gua nggak bisa bohong. Kalau cewek nggak suka, yaudah."
Dalam beberapa menit, mereka pun harus berpisah dan berpindah ke meja berikutnya. Doni melirik kembali ke meja rika, yang sudah sibuk ngobrol dengan orang lain.
"Gua gagal di babak pertama."
Tapi, doni tetap melanjutkan, berusaha untuk tidak terlarut dalam rasa malu.
Setelah beberapa kali pindah meja, ia mulai merasa semakin tidak nyaman. Doni berbicara dengan beberapa cewek yang sepertinya tidak cocok, bahkan sampai ada yang bertanya,
"Jadi, apa yang bikin lu tertarik sama speed dating ini?"
dan ia cuma bisa jawab,
"hmmm, penasaran aja."
Hingga tibalah di meja terakhir, Doni pun duduk dengan seorang wanita bernama Lia.
Lia terlihat berbeda dari yang lain. Dia tidak hanya cantik, tapi juga tampak cerdas dan punya banyak cerita menarik.
"Gua nggak suka kalau ketemu cowok yang cuma cari perhatian lewat kata-kata manis. gua lebih suka yang jujur, apa adanya." Lia yang tiba-tiba ngomong seperti itu.
Doni pun tersenyum, merasa kayak menemukan secercah cahaya di tengah malam.
"Jujur, gua juga sering bingung harus ngomong apa di acara kaya gini. Gua lebih suka ngomong kalau ada hal yang beneran penting." celetukannya yang secara spontan (Uhuy) merespon omongan lia tadi.
dia pun (lia) tertawa ringan.
"Gua suka itu. sejujurnya, dunia ini terlalu banyak orang yang suka pamer. Mereka malah jadi kelihatan kaku. Kalau menurut gua kayaknya ada sesuatu yang beda deh dari lu, lu itu bisa jadi diri lu sendiri, gua rasa lu udah lebih dari cukup." ucap nya sambil tersenyum.
Akhirnya disitu doni mulai merasa seakan menemukan seseorang yang bisa mengerti dirinya.
Dan mereka pun berbincang lebih dalam tentang kehidupan masing-masing, tentang impian, kegagalan, dan keberanian untuk mencoba lagi.
Di akhir speed dating itu, ia merasa jadi berbeda. ia tidak lagi merasa kecewa meskipun tidak ada satu pun dari wanita yang ia temui yang benar-benar cocok. Namun, Lia adalah pengecualian.
Meskipun tidak ada janji pertemuan lagi setelah acara, doni merasa bahwa ia baru saja menemukan seseorang yang memahami arti ketulusan.
Ketika acara berakhir, doni berjalan keluar sambil mengingat percakapan terakhir dengan lia.
"Mungkin ini bukan cinta sejati, tapi ini sesuatu yang baru. Gua nggak akan menyerah."
Arman yang saat itu menunggu di luar , terlihat menyambutnya dengan antusias.
"Gimana, Don? dapet siapa?" tanya arman.
"Gua ketemu seorang cewek yang beda. Namanya lia, gua gak tau ini bakal jadi apa, tapi yang jelas, gua nggak ngerasa malu lagi buat mencoba." Jawab doni yang masih terbayang-bayang paras lia.
Arman pun mengangkat kedua tangannya. "Yes, Don! itu dia! Lu berhasil keluar dari zona nyaman lu selama ini yang terpuruk dengan kegagalan lu di masa-masa yang sudah terlewati, sampai-sampai lu udah bukan Doni yang gua kenal lagi sebelumnya, tapi sekarang, akhirnya lu balik lagi, Don!" Terlihat arman yang tampak ikut senang dengan kebahagiaannya.
Doni terlihat tersenyum, tapi dalam hatinya, ia tau perjalanan ini baru aja di mulai.
Babaknya mungkin masih panjang, dan dunia cinta memang penuh dengan lika-liku, namun ia mulai merasa lebih siap untuk apapun yang akan datang.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan Populer
Bukan sekedar cerita cinta
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
absen
BalasHapus